Waspada! Jalinsum Situmba Licin dan Berembun

Jumat, 06 November 2009 – www.metrosiantar.com

LICIN DAN BEREMBUN- Walau hari masih sore, Kamis (5/11), embun sudah menyelimuti Desa Situmba terutama di Jalinsum Psp-Sipirok sehingga menggangu jarak pandang. Kondisi jalan yang licin juga memaksa pengendara untuk selalu waspada

TAPSEL-METRO; Bagi pengendara sepedamotor dan mobil diimbau untuk berhati-hati melintas dari Jalinsum Psp-Sipirok di sekitaran Situmba Kabupaten Tapanuli Selatan. Pasalnya, setelah empat hari terakhir diguyur hujan, kondisi jalan menjadi licin. Selain itu jarak pandang juga terganggu akibat cuaca berembun di daerah yang memang dikenal bercuaca dingin ini.

Sarifuddin (22) Warga Desa Kilang Papan dan Marzuki (23) warga Situmba Kecamatan Sipirok, mengungkapkan, selama empat hari terakhir jalanan ditutupi embun. Selain itu kondisi jalan licin. Kata keduanya, embun paling terasa pada sore hari pukul 17.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Sementara di pagi hari embun terasa pukul 05.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB.

Hal senada juga disampaikan salahseorang sopir truk jurusan Medan-Padang yang tak sempat menyebutkan identitasnya. “Biasanya Psp-Sipirok 45 menit. Setelah jalan licin dan jarak pandang terganggu akibat embun jarak tempuh menjadi satu jam,” tuturnya, Kamis (5/11).

Pantauan METRO yang setiap hari melintasi jalan tersebut, dalam dua hari terakhir Selasa malam (3/11) dan Rabu malam (4/11) sekira pukul 21.30 WIB, embun menutupi jarak pandang. Pandangan semakin terganggu karena hujan deras mengguyur sepanjang perjalanan.

Selasa malam lalu jarak pandang hanya sekira 20 meter, dan Rabu malam hanya mencapai 15 meter. Tidak itu saja, bahkan di Rabu pagi lalu sekira pukul 10.00 WIB, hujan deras juga disertai kabut, namun jarak pandangnya masih bisa diantisipasi dan tidak sampai menggangu perjalanan. (ran)

Baca Juga :  Satu Keluarga Tewas di Kecelakaan Bus ALS

link: https://apakabarsidimpuan.com/2009/11/waspada-jalinsum-situmba-licin-dan-berembun/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*