Waspadai aksi hipnotis di pasar Gunungtua

Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Padanglawas Utara, Faisal Siregar, mengimbau pedagang dan warga yang berbelanja di pusat pasar Gunungtua khususnya hari pekan Rabu dan Sabtu, agar mewaspadai aksi kriminal hipnotis.

“Bagi pedagang dan warga yang hendak berbelanja di pasar Gunungtua khususnya pedagang tukang emas pada saat hari pekan agar mewaspadai aksi hipnotis, pasalnya ditakutkan menjelang lebaran seperti saat ini banyak terjadi aksi hipnotis, dan kita tidak ingin seperti tahun-tahun yang lewat dan sudah banyak menjadi korban,’’ ucap Faisal, tadi malam.

Dikatakannya, selain hipnotis, aksi pencurian atau copet juga kerap terjadi. Namun demikian, untuk mencegah tindak kejahatan itu, Polsek Gunungtua diminta agar menerjunkan personelnya pada saat hari pekan menjelang lebaran ini guna meningkatkan kesiagaanya di Pasar Gunungtua.

Kejahatan hipnotis kini cukup meningkat apalagi menjelang lebaran, sehingga polisi diminta serius untuk menyikapinya.

“Kita tidak mau seperti kejadian empat bulan terakhir, penjaga sebuah warung ponsel di jalan protokol di Gunungtua dihipnotis sepasang suami istri berasal dari luar daerah Paluta dan membawa puluhan kartu voucher, seharga ratusan ribu rupiah,” sebutnya.

Kasus seperti ini memang jarang terjadi di wilayah hukum Mapolsek Padang Bolak, namun untuk mengantisipasi terjadinya hal demikian, Fraksi Hanura meminta kepada pihak kepolisian melakukan pemetaan wilayah rawan, baik dalam maupun di luar pasar.

Baca Juga :  Jalinsum Pahae-Sipirok Longsor

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=138712:waspadai-aksi-hipnotis-di-pasar-gunungtua&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Harapan saya kepada saudara2 ku atau Masyarakat di Gunungtua yg selama ini punya tradisi selalu pamer perhiasan (Lambang Kekayaan), tlg hati2, karena kejahatan sdh tdk melihat siapa korbannya (ada kesempatan langsung sikat).

  2. Saya Setuju atas pendapat saudara Faisal dari Hanura, Kejahatan di Indonesia ini sdh merata sampai kedesa2, karena kita tampak sadari Media Elektronik kita (TV) sering membuat acara kejahatan di acara Medianya, secara tdk langsung sama saja kita sdh memberikan informasi bagaimana cara atau tehnik melakukan kejahatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*