Waspadai Balon Bupati Umbar Janji

Senin, 25 Januari 2010 – www.metrosiantar.com

Atau Besar Mulut....

MADINA-METRO; Mengingat telah dekatnya pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) 9 Juni 2010 mendatang, masyarakat harus hati-hati menentukan pilihannya. Jangan terlalu percaya terhadap komitmen serta janji-janji balon Bupati, karena pemilukada tahun ini untuk menentukan nasib rakyat lima tahun ke depan.

Demikian dikatakan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Madina, Ahmad Rijal Lubis SPdI kepada METRO beberapa waktu lalu.

Menurutnya, saat ini masyarakat sangat terpokus kepada balon-balon pemimpin yang maju. “Hal ini wajar, tetapi masyarakat harus tetap waspada. Kita harapkan semua kalangan masyarakat tetap mewaspadai terhadap Balon Bupati termasuk komitmen serta janji-janji. Masyarakat jangan terlalu cepat mengklaim dan mengambil penilaian terhadap 1 balon, kita harus pelajari semua,” katanya.

Begitu juga kepada Pemerintah diharapkan tetap menjaga independensinya sebagai abdi negara. Karena kita harapkan pemimpin Madina harus benar-benar berpihak kepada masyarakat dan selalu respon terhadap kondisi masyarakat khususnya perekonomian, kesehatan, serta pendidikan.

“Kita lihat banyaknya sekarang keluarga yang sulit memperoleh pendidikan karena ketidakmampuan ekonomi. Begitu juga bidang kesehatan, masih banyak warga yang sulit berobat disebabkan biaya yang tidak ada. Ini seharusnya yang perlu diperhatikan Pemerintah sekarang maupun selanjutnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunitas Indonesia (FKI) Kabupaten Madina Cabang Pantai Barat, Toguan Lubis mengatakan, kalau para kandidat saat ini sudah banyak bermunculan, meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madina belum menetapkan siapa saja calon bupati sebenarnya. Para Kandidat hingga saat ini terus melakukan penggalangan, sehingga hal ini membingunggkan para masyarakat Madina.

Baca Juga :  Merasa DIpermainkan - Balon Walikota Bakar Kantor KPU

“Masyarakat harus hati-hati terhadap kandidat Bupati saat ini, karena Pilkada ini bisa saja penentu nasib rakyat 5 tahun ke depan,” ujarnya.

Di tempat terpisah, tokoh masyarakat Madina, Basri Hamidi menerangkan, banyaknya uang seorang kandidat tidak menjamin kesejahteraan masyarakat, tetapi tingginya perhatian terhadap warga adalah salah satu kesuksesan seorang Umara atau pemimpin.

“Semakin banyak uang yang diberikan seorang kandidat justru menghasilkan kehilangan perhatian pemimpin tersebut terhadap rakyatnya. Kita sebagai masyarakat menginginkan pemimpin yang ikhlas dalam memimpin masyarakat Madina. Dan kepada masyarakat jangan cepat memvonis seorang kandidat itu paling pantas meskipun dia membuat janji atau komitmen, kita harus benar-benar teliti,” pungkasnya. (mag-02)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*