Wawancara Khusus SumutPos Dengan Pjs. Bupati Madina; Dulu Kalah Pilkada, Kini Jadi Penjabat Bupati Madina

Demi Allah saya bersumpah,  akan memenuhi kewajiban saya  sebagai Penjabat Bupati Mandailing Natal,  dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh peraturan dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, tahun 1945.

Demikian bunyi sumpah yang diucapkan Aspan Sofian saat dilantik oleh Gubernur Sumatera Utara sebagai Penjabat Bupati Mandailing Natal (Madina), Jumat (17/9) di Lantai II Aula Martabe Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan.
Dengan pelantikan itu, maka sejak tanggal ditetapkan, Aspan yang semula menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan Sumut, resmi mendapat tugas tambahan sebagai Penjabat Bupati Mandaling Natal.

Di satu sisi, pelantikan ini merupakan amanah dari Allah SWT kepada Aspan Sofian yang harus disyukuri. Tetapi di sisi lain, pelantikan ini menjadi tonggak awal perjuangan untuk melaksanakan roda pemerintahan di Kabupaten Mandailing Natal. Mau tidak mau, suka tidak suka, yang pasti amanah harus dijalankan dengan baik dan penuh tanggungjawab.

Sesuai dengan tugasnya, Aspan dituntut untuk melaksanakan roda pemerintahan menggantikan Bupati Mandailing Natal sebelumnya H Amru Helmi Daulay dan wakilnya yang habis masa jabatannya sebagai bupati. Selain itu, Aspan juga dibebankan tugas untuk melaksanakan pilkada ulang Kabupaten Mandailing Natal pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan hasil Pilkada Mandaling Natal beberapa waktu lalu dan memerintahkan untuk melaksanakan pilkada ulang. Meskipun tugas ini berat, Aspan Sofian yakin bisa melaksanakannya dengan baik sehingga terpilih pasangan bupati yang terbaik untuk Mandaling Natal lima tahun kedepan.

Tak hanya itu, kondisi aman selama ini juga harus dapat dipertahankan Aspan Sofian. Berikut petikan wawancara wartawan koran ini Adi Candra Sirait dengan Aspan Sofian di Komplek Villa Gading Mas, Medan, Jumat 17 September 2010.

Bagaimana perasaan Anda saat pelantikan tadi?

Biasa saja, tidak ada yang luar bisa. Memang, sebelum lebaran kemarin, saya sudah diberi tahu bakal memangku jabatan sebagai Penjabat Bupati Mandaling Natal. Ini saya tahu karena sesuai mekanisme, sebelum ditetapkan menjadi Penjabat, pasti ada proses pengajuan nama oleh Gubernur Sumatera Utara kepada Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Waktu itu setahu saya, salah satu nama yang diusulkan adalah nama saya, makanya saat pelantikan hari ini saya tidak kaget.

Kalau boleh tahu kenapa Anda terpilih sebagai penjabat Bupati Mandaling Natal?
Sebenarnya untuk menjawab pertanyaan ini bukan domain saya. Sebab, kenapa saya diangkat itu merupakan pertimbangan pimpinan dalam hal ini bapak Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin SE. Beliaulah yang tahu, kenapa saya diusulkan untuk menjadi Penjabat Bupati Mandailing Natal, dan Alhamdulillah pada hari ini saya resmi dilantik, tak hanya itu saat ini saya juga diamanahkan menjadi Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara. Dengan demikian, tugas saya menjadi bertambah.

Apakah Mandailing Natal itu kampung halaman Anda?
Tidak. Saya dilahirkan di Padang Sidimpuan. Ayah saya adalah pensiunan veteran. Ketika SD saya menimba ilmu di SD Persit, lalu melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 3. Semuanya berada di Padang Sidimpuan. Jadi saya asli putra Kota Padang Sidimpuan.

Tapi, perlu diketahui saat menempuh karir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) saya lama bertugas di Pemkab Tapanuli Selatan, dan bahkan waktu itu Mandailing Natal belum pisah dengan Tapanuli Selatan, saya sudah bertugas di sana. Saya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan Tapanuli Selatan, dan Kepala Dinas Kehutanan Tapanuli Selatan. Saya terus berkutat di dua instansi tersebut hingga akhirnya saya ikut Pilkada Kota Padang Sidimpuan tahun 2007 dan hasilnya kalah. Jabatan terakhir saya waktu itu adalah Kepala Dinas Kehutanan Tapanuli Selatan. Yang mau saya sampaikan dalam riwayat pekerjaan saya ini, adalah bahwa Kabupaten Mandailing Natal tidak asing lagi bagi saya. Sebagian besar wilayahnya saya hafal dan termasuk tokoh-tokoh masyarakat di sana. Mungkin inipulalah pertimbangan bapak Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin SE mengusulkan saya menjadi Penjabat Bupati Mandaling Natal.

Baca Juga :  Kado HUT Padangsidimpuan, Banjir Bandang Terjang Desa Manegen dan Desa Goti

Apakah menjadi Penjabat Bupati cita-cita Anda?
Wah tidak. Ini merupakan bagian dari karir saya di lingkungan PNS saja. Memang sejak SMA saya dulu kepingin jadi dosen. Sebab menurut saya jadi dosen adalah pekerjaan mulia, dimana seorang dosen bisa menularkan ilmunya kepada orang banyak.
Cita-cita itu juga sempat terlaksana dan bahkan saya sempat tercatat sebagai dosen Universitas Graha Nusantara di Padang Sidimpuan. Tak hanya itu sejak menjadi mahasiswa di Fakultas Pertanian USU pun, saya sudah diangkat menjadi asisten dosen. Belakangan tahun 1991 usai tamat kuliah saya baru masuk PNS dan diterima. Semula saya ditempatkan sebagai pegawai Pemprovsu kemudian pindah ke Pemkab Tapanuli Selatan. Seiring berjalannya waktu, pasca kalahnya saya pada Pilkada Padang Sidimpuan, tepatnya 15 Mei 2009 saya dilantik menjadi Kepala Dinas Perkebunan Sumut.

Lantas apa yang akan Anda lakukan di Mandailing Natal kelak?

Sesuai dengan amanah pak Gubernur tadi, selama paling lambat setahun ke depan saya akan menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Mandailing Natal, serta menggelar Pilkada Ulang Madina sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Rencananya, Senin (20/9) saya sudah mulai aktif bertugas di Mandaling Natal dengan menggelar apel perdana. Sebagai orang baru tentunya saya harus merangkul semua pegawai dan pimpinan SKPD di Kabupaten Mandailing Natal. Demikian juga dengan anggota dewan, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, dan lain sebagainya demi terciptanya suasana Mandaling Natal yang kondusif. Saya yakin unsur Muspida baik Mandailing Natal maupun Sumatera Utara pasti mendukung saya sehingga tugas yang dibebankan kepada saya ini bisa berjalan sukses. Insya Allah tugas ini akan dapat saya emban dengan sebaik-baiknya.

Lalu apa target Anda ke depan?

Kalau target, ya tidak ada. Sekarang saya tidak muluk-muluk, untuk tugas Penjabat Bupati ini, bagaimana agar Mandailing Natal aman hingga terpilih pemimpin Mandailing Natal lima tahun ke depan. Siapa pun nantinya yang terpilih, sebagai kepala daerah, saya tidak boleh berpihak kepada salah satu pasang calon.
Biarkanlah mereka bertarung secara sehat, dan tugas saya adalah mengawalnya. Selain itu saya juga mengakui bahwa jabatan yang diamankan kepada saya ini merupakan prestasi yang luar biasa.
Sebab dengan jabatan ini saya bisa memimpin dan membangun Kabupaten Mandailing Natal meskipun hanya beberapa waktu ke depan sesuai dengan amanah undang-undang.(*)

———

Tidur Empat Jam Per Hari
Aspan Sofian tidak henti-hentinya menerima telepon ucapan selamat dari rekannya, saat halal bi halal Dinas Perkebunan Sumut di rumahnya Kompek Villa Gading Mas, kemarin (17/9).

Baca Juga :  KAPOLDA DIMINTA PERIKSA SEJUMLAH PROYEK DI PADANGSIDIMPUAN

Soalnya halal bi halal itu digelar pasca pelantikan Aspan Sofian sebagai Penjabat Bupati Madina. Otomatis saja, tamu yang hadir di acara itu tidak hanya dari pegawai Dinas Perkebunan Sumut saja, bahkan unsur Muspida Madina juga hadir.  “Ini merupakan sejarah hidup bagi saya. Alhamdulillah saya dibebankan dua amanah sekaligus, menjadi Kepala Dinas Perkebunan Sumut dan Penjabat Bupati Madina,” ungkap Aspan.

Saat ini, sambungnya dia memulai mengoret-oret jadwal kerja sendiri. Rencananya, Senin hingga Jumat bertugas di Madina, sementara Sabtu dan Minggu berada di Medan. “Memang untuk fokus di Dinas Perkebunan saya sulit, tapi saya janji akan tetap memantaunya,” ungkapnya. Bagi Aspan kedua tugas ini sama-sama penting. “Saya yakin yang namanya amanah akan bisa saya jalankan dengan baik,” ungkapnya.

Selama ini pun, bekerja di luar jam kantor sudah menjadi kebiasaan Aspan. Saat menjabat Kepala Dinas Perkebunan Sumut pun, Aspan selalu pulang malam jika masih ada pekerjaan di kantor yang belum selesai dikerjakan.
“Saya orangnya payah tidur. Rata-rata paling lama saya tidur sehari semalam cuma empat jam. Sisanya saya manfaatkan untuk berkerja dan membaca buku,” ungkapnya. Setiap hari, sebelum tidur, Aspan selalu menyempatkan diri untuk membaca buku, meskipun sebentar.

“Selama ini jarang sekali saya tidur di bawah jam 12.00 WIB,” ucapnya. Selama penjabat Bupati Madina bagaimana Anda membagi waktu dengan keluarga? Inilah yang sedang dipikirkan. Saat ini kata Aspan, dia berencana membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga. Demikian pula dengan istrinya.
“Rencananya istri saya nanti harus bolak balik Medan-Madina. Soalnya anak saya nomor dua hingga nomor lima sekolah di Perguruan Al Azhar Medan,” ungkapnya. Hanya anak yang nomor satu yang menimba ilmu di Yayasan Matauli dan tinggal di asrama.

Tak hanya itu, kata Aspan soal waktu yang bakal tersita dengan keluarga, jauh hari sebelum Aspan sudah berdikusi dengan keluarga terutama istri dan anak. Hasilnya ternyata mereka mendukung. “Kalau pun toh nanti waktu saya berkurang untuk keluarga, saya yakin mereka pasti memakluminya,” ungkap Aspan.
Lagi pula situasi seperti ini sudah seiring dialami istri dan anaknya. Namun di hari libur Sabtu dan Minggu, Aspan selalu membawa anaknya bermain ke Gramedia. Dia sana mereka memilih buku-buku terbaru.(dra)

Sumber: http://www.hariansumutpos.com/2010/09/61600/dulu-kalah-pilkada-kini-jadi-penjabat-bupati-madina.html

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*