WHO: Penyebaran Polio Berstatus Darurat

BN CC305 Polio G 20140326135129 WHO: Penyebaran Polio Berstatus Darurat
Agence France-Presse/Getty Images
Pasien polio di India.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan penyebaran polio ke sejumlah negara baru belakangan ini sebagai situasi darurat bagi kesehatan publik internasional. WHO juga memperingatkan bahwa penyebaran ini dapat mengganggu upaya pemberantasan polio, yang butuh waktu lama dan mahal.

Badan kesehatan masyarakat Perserikatan Bangsa-Bangsa itu menilai penyebaran polio tahun ini “luar biasa”. Penyakit atau virus polio ditemukan di 10 negara di Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika. Menurut WHO, tiga negara—Pakistan, Suriah, dan Kamerun—mengekspor virus ke luar perbatasannya dan harus meningkatkan upaya pengendalian virus polio. WHO menyebut Pakistan sebagai sumber terbesar penyebaran penyakit polio.

WHO juga mengatakan warga negara-negara tersebut harus divaksinasi sebelum bepergian ke luar negeri. Mereka pun mesti membawa sertifikat yang diakui internasional sebagai bukti. Warga semua negara yang masih terjangkit penyakit polio juga harus mengambil langkah yang sama, kata WHO.

Badan kesehatan tersebut tidak biasanya menyerukan aturan seperti ini. Terakhir kali WHO mendeklarasikan situasi darurat bagi kesehatan warga internasional adalah saat pandemik flu H1N1 tahun 2009 silam. Menurut WHO, langkah ini diambil untuk mencegah lebih banyak penularan polio, seiring dengan datangnya musim puncak penyebaran polio yang dimulai bulan ini dan Juni. WHO sendiri bertindak berdasarkan saran dari sebuah komisi darurat yang terdiri dari pengamat dari luar badan PBB tersebut.

Baca Juga :  Hak Konstitusi Warga Batang Toru Atas Lingkungan Yang Sehat Dikorbankan Demi Tambang Emas

Tahun ini terdapat total 74 kasus polio yang telah dilaporkan, kata Bruce Aylward, kepala upaya pemberantasan polio WHO. Angka ini meroket dari 24 kasus polio yang dilaporkan sampai akhir April 2013. Secara keseluruhan, terdapat 417 kasus polio yang tercatat tahun lalu. Sepuluh negara yang terjangkit polio termasuk Israel, yang belum melaporkan penderita polio, tetapi telah mendapati bahwa virus itu tersebar di negaranya. WHO terutama khawatir bahwa virus ini dapat tersebar ke negara-negara yang telah bebas dari polio tetapi dapat terinfeksi kembali lantaran layanan kesehatan atau program imunisasinya yang lemah.

Penyakit virus yang mudah tertular itu sebagian besar mengancam anak kecil. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan permanen dan terkadang fatal. Meski demikian, Aylward menyadari bahwa WHO bukanlah regulator dan saran-saran yang dianjurkannya tidak mengikat secara hukum. “Namun saran tersebut berbobot substansial,” katanya. Saran WHO tersebut diserukan di bawah regulasi kesehatan internasional, sebuah kesepakatan internasional yang mengikat.

Koalisi pemerintah dan organisasi masyarakat, termasuk WHO, telah membuat kemajuan untuk memberantas polio pada 2018 dengan kampanye internasional berharga $1 miliar. Namun berbagai konflik menghambat program tersebut, seperti aksi kekerasan terhadap petugas vaksin dan masalah lainnya, terutama di Pakistan. Aylward mengatakan Pakistan tidak dapat mencapai tujuannya untuk merusak penyebaran polio tahun ini. Pelancong membawa virus dari satu negara ke negara lain, beberapa di antaranya kini menyebarkan penyakit polio ke luar perbatasan mereka sendiri.

WO AS276A POLIO G 20140505163004 WHO: Penyebaran Polio Berstatus Darurat
Baca Juga :  Ini Bonus Timnas Indonesia Usai Kalahkan Filipina

—Dengan kontribusi dari Saeed Shah.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*