Wiih, Kepala SD 0804 Botung Tak Jera Sunat Dana BSM

PADANG LAWAS, Kesekian kali diberitakan, oknum kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 0804 Botung, Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kab. Padang Lawas (Palas) Lokot Nasution tak jua jera menyunat dana Bantuan untuk Siswa Miskin (BSM) di Sekolah tersebut. Kali ini, modusnya berbeda dengan pemotongan yang dilakukan sebelumnya.

Informasi dilapangan, dari beberapa Wali Murid penerima BSM tersebut memaparkan, pemotongan ini dilakukan setiap pencairan, sebelumnya modus yang dilakukan adalah untuk pembelian seragam batik. Namun modus pemotongan kali ini berbeda, para murid yang tidak bersedia dipotong ditakuti tidak akan mendapat. ” Banyak yang tidak menerima bantuan, padahal ada kartunya. Hebatnya lagi, anak orang kaya mendapat. Lagian setiap pencairan dipotong,” ujar salah seorang wali murid yang meminta namanya disembunyikan

Saat ditanya apa mereka berkeberatan, para wali murid tersebut merasa sangat keberatan dengan kelakuan pemotongan yang dilakukan Kasek tersebut. “Kita keberatan lah, setial kali pencairan dana bantuan di Bank, selalu dipotong, bukan kali ini saja. Setiap pencairan BSM selalu dipotong,” papar wali murid berbeda

Saat ditanya, siapakan yang memotong dana tersebut dan berapa besaran dana yang dipotong, para wali murid menjelaskan pemotongan dilakukan oleh orang dekat kepala sekolah, atas perintah kepala sekolah. “Pemotongannya oleh BL, yang dipotong Rp 50rb kalo yang ini. Yang sebelumnya Rp 50rb ditambah Rp 80rb untuk membeli baju,” tukas beberapa wali murid yang dijumpai

Baca Juga :  Padangsidimpuan Juara Umum Cabang Atletik

Hal sepeti ini diduga terjadi akibat lemahnya pengawasan Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Padang Lawas. “Kalaulah Disdik betul-betul mengawasi, mana mumgkin terjadi pemotongan pada setiap pencairan BSM, apalagi yang terjadi ini bukan di satu sekolah dasar saja, yang jelas kita mengutuk perbuatan seperti ini,” ujar Ketua Lembaga Swadaya bidang Pendidikan Sahat G. Lubis

Sahat menambahkan, hal ini wajib dipertanggungjawabkan oknum kepsek tersebut. Apalagi yang dipotong adalah bantuan untuk membantu siswa miskin agar tetap dapat bersekolah. “Kita akan sampaikan pelaporan ke Kejari, itu jelas penjoliman bagi siswa miskin,” tegasnya

Terpisah, Aktivis Pendidikan Agus Prayudi juga menyampaikan kemarahan setelah mendengar cerita terjadinya pemotongan. Agus meminta Kepada Bupati Padang Lawas harus segera mencopot Guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah seperti ini. “Demi nama baik pendidikan Palas, Bapak Bupati dengan segala hormat harus secepatnya mengevaluasi itu,” sebutnya. (Ts)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*