Wisata Silalahi Jangan Diabaikan

SISI LAIN DANAU TOBA: Panorama alam Danau Toba di Desa Silalahi-Paropo Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi tampak masih original. Pengunjung lebih menikmati kesegaran dan view di bawah pepohonan mangga dan ruang terbuka, Selasa (16/12). – (Analisa/Sarifuddin Siregar)

Sidikalang, Ketua DPRD Kabupaten Dairi, Sabam Sibarani SSos ditemui belum lama ini di Sidikalang mengatakan, badan anggaran dewan tidak mencoret satupun kegiatan eksekutif terkait APBD 2015.

Legislator lebih banyak mengkritik kemana penggunaan anggaran termasuk apa mamfaat bagi masyarakat. Mereka juga mempertanyakan apa parameter keberhasilan. Jangan sampai terkesan mubajir sementara wrga di kecamatan lain sangat mem­butuhkan uluran pemerintah.

Pun demikian, Sabam me­negaskan, lembaga tersebut bukanlah “tukang stem­pel”. Lebih arif  memberi ruang kepada pimpinan SKPD untuk men­jalankan berbagai agenda se­panjang hal tersebut rasional. Dewan bahkan meminta agar pembangunan  dilakukan secara merata.

Diterangkan, dalam draft tertera bahkan program pe­ngembangan Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo mendapat porsi besar. Namun di sisi lain,  Tao Silalahi sebagai bagian dari Danau Toba justru terkesan kurang diperhatikan. Padahal, potensi kekayaan alam tersebut luar biasa menga­gumkan. Pa­norama alam Silalahi-Paropo jauh lebih menawan ketimbang kawasan sekitar. Hanya saja kurang terpromosi.

Dalam konteks itu, kata Sabam,  dewan secara tegas meminta eksekutif jangan se­tengah hati.  Anugerah Tuhan dimaksud mesti dikelola se­maksimal mungkin demi kemakmuran rakyat.  Jangan diabaikan! Asalkan disentuh serius dan punya pro­garm kerja, turis akan beralih ke sana me­ngi­ngat kawasan itu lebih original dan menarik.

Baca Juga :  8.000 Petani Tobasa Terancam Kelaparan

Dampak polusi masih minim serta jauh dari kebisingan. Masyarakat lebih menge­depankan konsep agroekowisata.   Diharap, instansi terkait membina penduduk, semisal  bagaimana pola komu­nikasi  di daerah wisata.

Pembicaraan warga, mereka khawatir, alokasi pembangunan ke sana bakal minim. Sebab, dari 35 anggota dewan, tak satupun berasal dari permukiman dimaksud. (ssr)

/(Analisa

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*