Wisuda 337 Mahasiswa UMTS: Sarjana harus Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Sebanyak 337 mahasiswa, masing-masing dari Fakultas Hukum, Fakultas Kejuruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), diwisuda, di aula kampus UMTS, Jalan Sutan Muhammad Arif, Psp, Sabtu (5/2) lalu.

Rektor UMTS, H Michwar Zaini Sag MH, dalam sambutannya menekankan para wisudawan untuk menciptakan lapangan kerja yang baru. Sebab, harus diakui selembar ijazah dan predikat lulusan terbaik bukan menjadi jaminan untuk bisa langsung bekerja. Indeks Prestasi (IP) tinggi di atas 3,5 pun bukan garansi untuk segera mendapatkan pekerjaan. Zaini menambahkan, dunia pendidikan sampai saat ini masih berorientasi pada teori daripada praktik alias hanya pandai teori tapi gagal di praktik. Boleh jadi rendahnya kualitas tenaga kerja pendidik sehingga melahirkan istilah ‘pengangguran intelektual’.

Hal itu tidak terlepas dari motivasi yang selama menjadi mmahasiswa yang hanya sebatas keinginan untuk mengejar gelar sarjana, tidak pernah fokus, dan serius membenahi kualitas dari kemampuan diri sendiri selama perkuliahan.

“Akhirnya ketika kita selesai diwisuda hampir tidak bisa berbuat apa-apa untuk bersaing di pasar kerja. Inovasi, kreativitas, dan kemandirian yang semestinya bisa membudaya di diri mahasiswa, nyaris tidak tersisa meskipun telah bergelar sarjana. Kondisi demikian menyebabkan sulitnya kalangan sarjana terdidik terserap dalam pasar kerja,” bebernya. Tidak bersinerginya kondisi pendidikan dengan dunia kerja menyebabkan pengangguran intelektual dari waktu ke waktu terus bertambah. Apalagi lulusannya masih sebatas pencari kerja dan bukan menciptakan lapangan kerja baru.

Baca Juga :  Manchester City Juara Liga Premier 2013-2014

“Sistem pendidikan masih lemah karena tidak mampu menumbuhkan kemandirian dan sikap professional dan nilai-nilai kewirausahaan harus bisa dibalik. Saya percaya pendidikan kewirausahaan yang diberikan kepada mahasiswa akan bisa membuka cakrawala berfikir mereka (mahasiswa), sehingga tidak lagi terlalu berorientasi menjadi PNS atau pekerja kantoran,” ujarnya.

Ia menilai ada baiknya anggaran pendidikan yang 20 persen berasal dari APBN dan APBD seharusnya lebih banyak prosinya dialokasikan untuk program pendidikan dan pelatihan keterampilan, biaya magang, dan pelatihan praktik pada bidang-bidang usaha skala mikro, kecil dan menengah. Pihak bank juga semestinya bisa memberikan bantuan kredit permodalan bagi kalangan sarjana yang belum bekerja untuk berwirausaha dan tidak melulu memberikan bantuan kredit kepada pengusaha yang bermodal besar.

Wali Kota Psp, Zulkarnaen Nasution MM, diwakili Kadisdik, Drs Abdul Rosyad Lubis menekankan, lulusan UMTS telah dibekali pengetahuan dan keterampilan serta bekal hidup yang memadai. Dengan andalan 4 kecerdasan, yaitu spiritual, intelektual, sosial dan emosial, lulusan UMTS diyakini dapat segera mengintegrasikan diri dengan lingkungan, memanfaatkan dan menciptakan kesempatan, dan mampu berkompetesi secara sehat dan sportif. “Menghadapi kondisi yang kompleks, saudara tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta tenaga kerja,” pesan wali kota.

Sementara itu Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu, berharap wisudawan/wisudawati jangan langsung berbesar hati dan merasa puas dengan apa yang telah diraih. Sebab, wisuda merupakan suatu langkah awal dari sebuah usaha yang berkesinambungan dalam meningkatkan kualitas intelektual untuk menghadapi tantangan yang lebih berat untuk membangun masyarakat sesuai dengan keahlian dan bidang ilmu masing-masing.

Baca Juga :  210 Formasi CPNS Pemko Padangsidimpuan Tahun 2010 - Lulusan SMA Tak Diterima

Hadiri dalam wisuda tersebut pimpinan dan civitas akademika UMTS, Badan Penyelenggara Harian (BPH) UMTS, Kopertais Wilayah IX Sumut, Prof Dr Amroeni Darajat MAg, Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumut, Prof Dr Asmuni, Kopertis Wilayah I NAD-Sumut, Prof Ir Mohammed Nawawiy Loebis,PHd, Wakil Ketua DPRD Psp, Hj Hamidah Batubara, mewakili Kapolres, Dandim 0212/TS, serta para orangtua wisudawan/wisudawati dan undangan lainnya. (neo)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*