WLF dan Stewarts Law Siap Bantu Keluarga Korban Kecelakaan Malaysia Airlines MH17 dan MH 370

logo 11.59.38 AM WLF dan Stewarts Law Siap Bantu Keluarga Korban Kecelakaan Malaysia Airlines MH17 dan MH 370Antara tanggal 22 – 27 Januari 2015 akan dilakukan pertemuan penting di Jakarta dan Surabaya antara wakil grup Wisner Law Firm (WLF) dan rekannya Stewarts Law – dua Firma Hukum bereputasi internasional yang bermarkas di Amerika Serikat dan Inggris – dan beberapa keluarga korban WNI dari kecelakaan pesawat Malaysian Airlines MH 17 dan MH 370 yang akan mendapatkan pendampingan hukum dari kedua firma tersebut.

Di Indonesia, WLF tercatat telah mendampingi dan berhasil mendapatkan hak keluarga korban sesuai dengan hukum internasional semenjak tahun 1997 yaitu dalam kecelakaan pesawat Garuda 152, Silk Air 185, Garuda 200, Lion Air, Adam Air 574, dan Sukhoi.

Pertemuan ini yang diselenggarakan oleh perwakilan resmi WLF di Jakarta, akan membahas dan mengevaluasi perkembangan hak-hak keluarga korban perihal tuntutan (klaim) santunan asuransi, seperti yang termaktub di dalam Konvensi Montreal 1999. Peran WLF adalah mewakili keluarga korban secara sah untuk memperjuangkan hak-hak mereka melalui negosiasi langsung terhadap pihak asuransi di Inggris dan Amerika Serikat.

Tanggungjawab hukum transportasi udara diatur dalam Konvensi Warsawa 1929 dan Konvensi Montreal 1999. Khusus Konvensi Montreal 1999 ini menjelaskan kewajiban dan tanggungjawab seluruh pihak terkait pada suatu penerbangan di dalamnya termasuk perlindungan para penumpang, komponen pesawat, dan kargo.

Upaya hukum WLF sebagai firma khusus menangani kecelakaan pesawat yang sudah berpengalaman selama 30 tahun, adalah memberi bantuan advokasi yang mewakili kepentingan ahli waris dan keluarganya sehingga para pabrikan pesawat tidak menghindar dari kewajiban dan tanggungjawabnya dari akibat yang timbul dari suatu kecelakaan pesawat. Keluarga yang ditinggalkan membutuhkan dukungan dan kompensasi yang adil dan penuh. Untuk melanjutkan kehidupan keluarga, rasa kehilangan yang sangat dalam dan tanggungan yang ditinggalkan sangat sulit digantikan dengan materi apapun, namun diperlukan advokasi kuat dan agresif di dalam menghadapi pihak asuransi dan pengacaranya yang sangat berpengalaman agar segala pertanyaan termasuk sebab-sebab kecelakaan dan negosiasi yang diajukan oleh keluarga korban dapat terjawab dengan jelas.

Baca Juga :  Demokrat Tawarkan Tiga Kursi Menteri untuk PDIP

PRESS RELEASE
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*