Wow! Penenun Kain Silungkang Hasilkan Rp1,7 Juta per Minggu

Sabtu, 03 Oktober 2009
Sumber: Metrosiantar.com

SIPIROK-METRO; Bagi Anda yang ingin menjadi penenun tak perlu mencemaskan soal penghasilan. Di Kecamatan Sipirok, seorang penenun bisa berpenghasilan Rp1,7 juta tiap bulan. Seperti Sariame Siregar (30), penenun kain Silungkang yang tinggal di Desa Padang Bujur, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan, kini bisa menghidupi anggota keluarganya.

Sebelumnya Sariame Siregar mendapat pembekalan tentang tatacara menenun benang sutra menjadi benang pada 25 Juli hingga 1 Agustus lalu di Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindakop) Sumatera Utara (Sumut) Jalan Iskandar Muda, Medan. Nah, setelah terampil Sariame pun menjadi penenun di rumahnya.

Bahkan dikatakan Sariame, untuk penenun pemula yang masih tahap belajar bisa berpenghasilan Rp150.000 per minggu. “Untuk pemula bisa mendapatkan Rp150 ribu per minggu, sedangkan bagi anggota normalnya sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per minggu. Namun kalau sudah ahli bisa mendapatkan Rp1,7 juta per minggu,” katanya.

Menurutnya, masih perlu sosialisasi kepada masyarakat di wilayah Sipirok tentang tatacara menenun kain Silungkang. Pasalnya sebagian besar warga masih belum mengerti. “Sebagian gadis-gadis di desa-desa masih lebih condong memilih merantau, padahal di tempat kita sudah terbuka lapangan kerja, hanya saja harus lebih dulu belajar dengan penuh kesabaran,” terangnya menyemangati.

Ditabamhkannya, dia siap menerima berapa saja orang yang berminat mengetahui lebih banyak tentang tata cara menenun kain dengan baik.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan SM Raja - Bina Marga Tambal Sulam

“Saya siap menerima warga yang hendak belajar sebanyak-banyaknya, sesuai target pemerintah menjadikan Sipirok menjadi salahsatu sentra kain sutra di Nusantara, tentunya membutuhkan sebanyak-banyaknya tangan terampil para penenun yang nantinya mampu memenuhi permintaan dan kebutuhan kain sutra pasaran,” katanya. (ran)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*