Yayasan Burangir Minta Perda Perlindungan Anak Disahkan

SIDIMPUAN – Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Yayasan Burangir Tabagsel mencatat, ada 45 kasus yang dilaporkan selama tahun 2014. Dari angka tersebut diketahui mayoritas terjadi di wilayah Tapanuli Selatan.

Kepada Metro Tabagsel, Selasa (6/1), Fitri Lenniwati SPd, Direktur Eksekutif Yayasan Burangir menjelaskan, dari Januari hingga Desember lalu, pihaknya telah mendampingi sebanyak 45 kasus yang terjadi pada perempuan dan anak di wilayah Tabagsel . “Untuk keseluruhannya ada sebanyak 45 kasus yang kita terima laporannya, sekaligus kita dampingi sepanjang tahun 2014. Semuanya terjadi pada perempuan dan anak,” ungkapnya.

Fitri menguraikan, dari jumlah tersebut, untuk kasus pencabulan sebanyak 19 kasus, pemerkosaan 1 kasus, pelecehan seksual 1 kasus, sodomi 2 kasus, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 9 kasus, penganiayaan 1 kasus, penelantaran 1 kasus, penghinaan 1 kasus, pencemaran nama baik/fitnah 2 kasus, dan dugaan pembunuhan 1 kasus.

“Dan rata-rata dari kasus yang kami bantu damping itu kebanyakan terjadi di Wilayah Tapanuli Selatan terutama untuk kasus pencabulan dan pemerkosaan,” urainya.

Dari jumlah tersebut, terangnya, sebanyak 6 kasus sudah divonis di PN Psp dan 2 kasus sudah divonis di Pengadilan Agama, dan untuk yang sedang dalam proses persidangan baik di PN dan PA sebanyak 6 kasus. “Dan untuk yang masih ditangani oleh pihak kepolisian sampai saat ini ada sebanyak 13 kasus lagi,” sambungnya.

Dan menurutnya lagi, hampir 2 anak dalam setiap bulan mengalami pencabulan, dan jumlah tersebut belum lagi dihitung dengan kasus-kasus yang tidak mereka dampingi atau langsung melapor pihak yang berwajib.

Baca Juga :  Pemko Padang Sidimpuan Bangkrut?

“Harapan kami pemerintah setempat segera mengesahkan Perda Perlindungan Anak sehingga Inpres tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Terhadap Anak dapat dilaksanakan dengan maksimal,” harapnya. “Kami juga berharap ada sosialisasi dari aparatur pemerintahan baik di desa maupun kelurahan untuk menyampaikan kepada warganya tentang pentingnya melindungi anak dan perempuan,” pungkasnya. (yza)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*