Yayasan H.Hasan Pinayungan Salurkan Kacamata dan Asuransi Jiwa Gratis

P.Sidimpuan, (Analisa)

kacamata Yayasan H.Hasan Pinayungan Salurkan Kacamata dan Asuransi Jiwa Gratis Sebagai bentuk kepulian sosial yayasan Almarhum H. Hasan Pinayungan menyalurkan program kacamata baca dan asuransi jiwa gratis kepada masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan.

Demikian Wakil Ketua Yayasan H.Hasan Pinayungan H.Panusunan Pasaribu dalam acara silaturrahmi di kediaman H.Abdul Hasan Hutasuhut Desa Hutasuhut Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (29/3) sore.

Dikatakan, bantuan kacamata ini diperuntukan bagi masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan khususnya berumur 60 tahun keatas, sedang program asuransi jiwa diperuntukkan bagi masyarakat yang berumur 18 hingga 60 tahun. “2 program sosial ini kita salurkan murni sebagai bentuk bantuan sosial yayasan kepada masyarakat Tapsel bukan karena pencalonan adek saya Syahrul Pasaribu menjadi bupati Tapsel, “tuturnya.

Namun kata Panusunan, dirinya tidak menutup pintu dan akan sangat berterimakasih jika masyarakat Sipirok mendukung dan memilih Sarasi pada Pilkada 12 Mei 2010 mendatang.

Panusunan meminta masyarakat yang berminat pada dua program sosial itu untuk segera mendaftarkan diri pada panitia yang telah disiapkan yayasan di sejumlah Kecamatan dan Desa. “Semoga program sosial ini dapat bermanfaat bagi masyrakat Tapsel, “terangnya.

Terimakasih

Ditempat terpisah ST. Parasinan Sitanggang Warga kelurahan Pasar Sipagimbar bersama Demsi Marpaung warga SDH, Drs Monang Saragih Desa Sibio-Bio Kecamatan Angkola Timur di Posko Sarasi, mengucapkan terimasih atas bantuan kacamata dan asuransi jiwa dari yayasan H.Hasan Pinayungan.

Baca Juga :  Terkait Pernyataan Alumni Tak Sah Ikut Testing CPNS - Mahasiswa STKIP Demo DPRD Padagsidimpuan

“Tiada kata yang bisa kami ucapkan kecuali rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian keluarga H.Hasan Pinayungan bagi kami masyarakat jelata ini, “sebutnya.

Dikatakan, program asuransi dan kacamata gratis ini sangat membantu masyarakat khususnya kalangan bawah (gress roud). “Tanpa bantuan sosial ini, mungkin kami tidak akan pernah merasakan kacamata dan asuransi jiwa, “terang mereka serempak. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*