YouTube Luncurkan Saluran Berbayar

KOMPAS.com – Situs web berbagi video YouTube meluncurkan saluran berbayar, Kamis (9/5/2013). Hingga kini ada 53 perusahaan pencipta konten yang sudah bergabung ke saluran berbayar YouTube antara lain Sesame Street, UFC, National Geographic Kids.

Saluran berbayar ini telah lama menjadi rencana YouTube, mereka ingin jadi pemain utama dalam konten video di internet. YouTube juga akan menampilkan konten dari saluran televisi tradisional, dan tidak menutup kemungkinan menayangkan film layar lebar.

Analis media dari lembaga riset BTIG, Richard Greenfield mengatakan, apa yang dilakukan YouTube sekarang ini pada akhirnya bisa mengancam operator televisi berbasis satelit dan kabel.

“Saya pikir semua orang yang menciptakan program video harus khawatir dengan pertumbuhan saluran konten baru,” kata Greenfield seperti dikutip dari Reuters.

Hal senada diungkapkan mantan Chairman Fox News Corp Network Group, Tony Vinciquera. “Saya merasa seolah-olah sejarah akan terulang,” ujarnya.

Ia berkisah, di awal tahun 1980-an, operator TV kabel memberi subsidi kepada pencipta konten dalam hal promosi video ke konsumen. Hal ini dilakukan agar jumlah pelanggan bisa meningkat. Dan hari ini, menurut Vinciquera, YouTube juga memberi subsidi promosi konten untuk saluran berbayar.

Di saluran berbayar ini, pemilik konten dipersilakan menetapkan biaya berlangganan yang akan jadi sumber pendapatan terbesar. Ada pencipta konten yang memasang harga 0,99 dollar AS per bulan. Sementara saluran komedi The Laugh Factory, memasang harga 2,99 dollar AS untuk video stand-up comedy.

Selain dari biaya berlangganan, pencipta konten juga bisa meraup keuntungan dari iklan digital.

Baca Juga :  Virus Shortcut Hantui Indonesia - Dampak Virus Shortcut pada Komputer

Layanan YouTube terus mengalami pertumbuhan jumlah pengguna. Pada Maret 2013, Google menyatakan bahwa YouTube memiliki lebih dari 1 miliar pengguna unik per bulan.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*