Yusril: Sisminbakum PNBP, Itu Rampok

1626435620X310 Yusril: Sisminbakum PNBP, Itu Rampok
Mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra keluar dari Kejaksaan Agung, usai menjalani pemeriksaan, Senin (12/7/2010). Yusril diperiksa Kejaksaan Agung sebagai tersangka dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum).

Yusril Ihza Mahendra, mengatakan bahwa pada saat dirinya menjadi Menteri Kehakiman dan HAM, proyek Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) tidak mungkin dikenakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pasalnya, seluruh modal maupun biaya operasinya ditanggung swasta karena termasuk dalam proyek built, operate, and transfer (BOT).

“Tidak ada proyek BOT itu masuk dalam PNBP, swasta membiayai proyeknya dan lalu malah dikenakan PNBP, ini seperti perampok. Inilah satu-satunya proyek BOT yang dituduh korupsi,” ungkap Yusril, Senin (1/11/2010), di Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

Ia pun menjelaskan bahwa setiap pihak harus melihat permasalahan Sisminbakum dalam konteks ekonomi negara pasca krisis. Saat itu, Yusril mengungkapkan, Indonesia perlu didongkrak perekonomiannya. Salah satunya adalah dengan mendatangkan investor. Akan tetapi, para investor mengeluh perihal sulitnya dan lamanya pembentukan perusahaan di Indonesia. Sebaga solusi, maka dibentuklah Sisminbakum yang berbasis online sehingga lebih mudah dan cepat.

“Tapi saat itu karena Gusdur (presiden ketika itu) tidak punya APBN sendiri maka dikatakan mengundang swasta lewat proyek BOT selama 10 tahun dengan proyek Sisminbakum sudah ada 26.000 perusahaan yang disahkan dan mendapat berbagai penghargaan,” tandas Yusril.

Perkara sisminbakum berawal dari adanya kebijakan yang memberikan 90 persen biaya akses kepada PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD) dan 10 persen kepada Koperasi Pengayoman Pegawai Departemen Kehakiman (KPPDK). Menurut Kejaksaan agung, biaya akses fee tersebut harusnya masuk ke dalam kas negara melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP). (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Inilah Kronologi Penyerbuan Perkampungan Ahmadiyah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*